Skip to main content

Lalat susah ditangkap, ya?

Mengapa lalat sulit ditangkap? Lalat sulit ditangkap karena respons otak lalat sangat cepat dalam memproses informasi sensorik menjadi respons motorik untuk terbang melarikan diri.

Berikut ini penjelasan singkat kenapa lalat sulit ditangkap:

Mengapa lalat sulit ditangkap?

Mengutip Science Daily, Profesor Bioteknologi Michael Dickinson dari California Institute of Technology mengatakan lalat sulit ditangkap karena otak lalat sangat cepat dalam memproses informasi sensorik menjadi respons motorik yang sesuai.

Sebelum lalat melompat, otak kecil lalat memperhitungkan ancaman yang akan datang, membuat rencana pelarian, dan menempatkan kaki dalam posisi optimal untuk melompat ke arah yang berlawanan.

Semua tindakan tersebut terjadi dalam waktu sekitar 100 milidetik setelah lalat melihat penyerang pertama kali.

Saat lalat merencanakan gerakan untuk lepas landas, lalat memperhitungkan posisi tubuhnya saat pertama kali melihat ancaman.

Entah bagaimana, lalat bisa mengetahui kapan harus mengubah postur menjadi posisi siap terbang untuk melarikan diri dari ancaman.

Singkatnya, lalat memiliki kemampuan transformasi sensorik ke motorik yang cukup canggih. Tetapi para ilmuwan belum bisa mengetahui di bagian otak mana itu terjadi.

Melansir Big Think, dari perspektif lalat, secara harfiah kita bergerak dalam gerakan lambat, karena setiap spesies mengalami waktu secara berbeda.

Semakin kecil spesies, maka semakin cepat penglihatannya.

Faktanya mayoritas hewan terbang, termasuk vertebrata, memiliki penglihatan yang lebih cepat daripada manusia.

Karena penglihatan super mungkin sangat penting bagi hewan-hewan terbang tersebut untuk segera bereaksi dan menghindari rintangan.

Manusia melihat sekitar 60 kilatan per detik sedangkan lalat bisa melihat sekitar 250 atau empat kali lebih cepat daripada manusia.

Mengutip National Geographic, di udara, serangga memanfaatkan kekuatan aerodinamis dalam satu atau dua kepakan sayap untuk secara instan mengubah arah gerakan.

Contohnya, lalat buah (Drosophila hydei) mampu berotasi 90 derajat atau lebih, bahkam kadang-kadang terbang jungkir balik secara terkontrol.

Lalat mampu merespons ancaman yang mendekat dalam waktu sangat cepat. Respons lalat tersebut lebih cepat dari respons mata kita terhadap lampu kilat kamera.

Respons cepat lalat terhadap ancaman, menunjukkan bahwa lalat memiliki neuron khusus untuk keadaan darurat yang terkait dengan otot dan sayapnya.

sumber: kompas.com